Diposkan   08 Oktober 2014   00:00   Sarmikab   Berita

Pemkab Sarmi Akan Bangun Rumah Sakit Komunitas

Minimnya fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Sarmi sehingga saat ada warga yang sakit harus dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Provinsi di Jayapura, membuat Pemerintah Daerah (Pemkab) Sarmi berencana akan membangun Rumah Sakit Komunitas.
 
Bupati Kabupaten Sarmi, Drs. Mesak Manibor, M.MT usai pelantikan oleh Gubernur Papua, Syamsul Arief Rivai, Rabu (28/12/2011) lalu mengatakan, rencana membangun Rumah Sakit Komunitas tersebut mulai akan dikerjakan dalam tahun ini. “Jadi tahun ini kami akan mulai dengan membangun rumah sakit bergerak atau komunitas. Karena belajar dari pengalam selama ini jika ada warga yang sakit harus dirujuk ke Rumah Sakit Provinsi di Jayapura jaraknya begitu jauh,” kata Mesak Manibor.
 
Menurutnya, pada tahun pertama pembangunan RS komunitas, biaya yang digunakan 100 persen diambil dari dana Anggaran Pembangunan Belanja Negara (APBN) 2012. Kemudian pada tahun kedua, dana APBDN yang digunakan dikurangi menjadi  75 persen.
 
“Namun untuk tahun ketiga dananya akan dimabil dari Anggaran Pembanguna Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sarmi. Akan tetapi belum diketahui berapa besar dana yang dibutuhkan untuk proyek pembangunan RS komunitas ini,” ujarnya.
 
Meski mengaku belum mengetahui secara pasti besarnya dana yang akan digunakan membangun RS komunitas tersebut, namun Bupati Kabupaten Sarmi, Mesak Manibor memastikan jika dana untuk proyek itu akan mencapai miliaran rupiah. Namun hal itu tidak jadi masalah demi kepentingan masyarakat Kabupaten Sarmi.
 
“Kami memang belum tahu berapa besar dana yang akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit komunitas ini, namun pasti nilainya mencapai miliarn rupiah. Tapi tak masalah, ini semua kami lakukan demi kepentingan rakyat dan jika ada masyarakat yang sakit tidak perlu lagi dirujuk ke ibu kota provinsi. Karena selama ini kebanyakan masyarakat yang dirujuk ke rumah sakit provinsi meninggal dalam perjalanan karena jarak tempuh yang cukup jauh,”.
 
“Khusus untuk dana APBD provinsi maupun kabupaten dan dana Otonomi Khusus (Otsus) kita akan mencoba membangun sebuah rumah sakit menimal tipe C. Ya paling tidak meletakkan dasar dulu. Dengan harapan dapat meminimalisir angka kematian warga akibat terlambatnya pertolongan medis karena jarak tempuh yang jauh, sekitar delapan hingga sembilan jam perjalanan menuju ibu kota provinsi,” tandas Mesak Manibor.
 
Sementara itu, Koordinator Dewan Kesehatan Papua dan Papua Barat Kementerian Kesehatan, Donald Heipon mengatakan, proyek pembangunan RS komunitas tersebut tidak hanya dilakukan di Kabupaten Sarmi, namun juga Kabupaten Manokwari, Papua Barat. “Jadi proyek pembagungan RS komunitas ini juga akan dilakukan di Manokwari, Papua Barat. Rumah Sakit Komunitas merupakan cikal bakal dari Rumah Sakit Daerah (RSUD) yang dapat menampung 70 sampai 80 orang pasien. Nantinya akan ada empat dokter spesialis yakni spesialis kandungan, anak, penyakit dalam dan bedah di rumah sakit tersebut,” kata Donald Heipon.